Sehatkabar – Bayi yang baru lahir bisa terlihat sehat, aktif menangis, dan menyusu seperti biasa. Namun, kondisi tersebut belum tentu menandakan jantungnya bebas dari kelainan. Pada sebagian bayi, penyakit jantung bawaan justru sulit dikenali pada awal kehidupan karena gejalanya belum terlihat jelas.
Penyakit jantung bawaan (PJB) adalah kelainan struktur jantung atau pembuluh darah besar yang terbentuk sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Kondisinya beragam. Ada yang tergolong ringan, tetapi ada pula yang membutuhkan penanganan medis segera.
Gejala Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi yang Kerap Tidak Disadari
Tidak semua bayi dengan kelainan jantung menunjukkan tanda yang sama. Karena itu, orang tua perlu memperhatikan perubahan perilaku, pola menyusu, dan perkembangan berat badan anak.
Bayi mudah lelah saat menyusu
Menyusu seharusnya menjadi aktivitas rutin bagi bayi. Namun, bayi dengan gangguan jantung tertentu bisa terlihat cepat kehabisan tenaga. Ia mungkin berhenti berkali-kali saat menyusu, sulit menyelesaikan minum, atau tampak kelelahan meski baru sebentar mengisap ASI.
Napas lebih cepat dari biasanya
Coba perhatikan cara bayi bernapas ketika sedang tenang. Napas yang terus-menerus cepat, terlihat berat, atau disertai tarikan pada bagian dada patut diperiksa. Meski tidak selalu berkaitan dengan jantung, perubahan ini tidak sebaiknya dibiarkan begitu saja.
Berkeringat berlebihan ketika menyusu
Keringat pada bayi bisa muncul karena suhu ruangan atau pakaian yang terlalu tebal. Namun, jika bayi sering berkeringat banyak saat menyusu, terutama ketika disertai napas cepat dan mudah lelah, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.
Berat badan sulit bertambah
Bayi yang mengalami kelainan jantung tertentu bisa membutuhkan energi lebih besar untuk menjalankan fungsi tubuhnya. Di sisi lain, ia mungkin kesulitan menyusu dalam jumlah cukup. Akibatnya, kenaikan berat badan dapat berjalan lebih lambat dari yang diharapkan.
Bibir atau lidah tampak kebiruan
Warna kebiruan pada bibir dan lidah bisa menandakan kadar oksigen dalam darah yang rendah. Ini termasuk tanda yang perlu mendapat perhatian serius, terlebih jika bayi juga mengalami sesak atau tampak lemas.
Jika bayi membiru atau kesulitan bernapas, segera cari pertolongan medis darurat. Jangan menunggu sampai gejala lain muncul.
Kesejatan Jantung
Mengapa Kelainan Jantung Bisa Baru Terlihat Setelah Bayi Lahir?
Sebagian kelainan jantung dapat dikenali sejak pemeriksaan kehamilan atau tidak lama setelah persalinan. Namun, ada juga yang baru menunjukkan gejala ketika bayi bertambah besar.
Hal ini berkaitan dengan jenis kelainan dan perubahan sirkulasi darah setelah lahir. Pada kondisi tertentu, bayi mungkin terlihat baik-baik saja selama beberapa waktu sebelum keluhan mulai muncul.
Itulah sebabnya, hasil pemeriksaan awal yang tampak normal tidak selalu menyingkirkan seluruh kemungkinan penyakit jantung bawaan. Orang tua tetap perlu mengikuti jadwal pemeriksaan bayi dan menyampaikan keluhan yang muncul kepada tenaga kesehatan.
Bagaimana Penyakit Jantung Bawaan Dideteksi?
Salah satu cara untuk membantu menemukan kelainan jantung kritis pada bayi baru lahir adalah skrining menggunakan pulse oximetry. Alat ini mengukur saturasi oksigen dalam darah melalui sensor yang dipasang pada kulit, biasanya di tangan dan kaki bayi.
Pemeriksaan tersebut membantu mendeteksi kemungkinan masalah, tetapi tidak dapat menemukan semua jenis kelainan jantung. Jika dokter mencurigai adanya gangguan, pemeriksaan lanjutan dapat dilakukan, termasuk ekokardiografi atau USG jantung.
Pemeriksaan ini membantu dokter melihat struktur jantung dan aliran darah sehingga diagnosis dapat ditentukan dengan lebih akurat.
Kapan Orang Tua Perlu Membawa Bayi ke Dokter?
Jangan menunggu sampai bayi terlihat sangat sakit. Segera cari pertolongan medis jika muncul bibir atau lidah kebiruan, kesulitan bernapas, atau kondisi lemas yang tidak biasa.
Sementara itu, bayi yang terus-menerus bernapas cepat, sering kelelahan saat menyusu, atau mengalami kenaikan berat badan yang kurang baik perlu diperiksa oleh dokter anak.
Gejala tersebut memang tidak selalu berarti penyakit jantung bawaan. Namun, pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.
Mengenali perubahan kecil pada bayi bisa membuat perbedaan besar. Jangan hanya mengandalkan penampilan bayi yang tampak sehat. Pemeriksaan rutin, skrining sesuai anjuran tenaga kesehatan, dan respons cepat terhadap gejala yang mencurigakan merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung si kecil.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau diagnosis dokter.


